Setiap Perjalanan

by Abdul Hakim | January, 2020.

Gambar

Pada setiap perjalanan
Benakku selalu mencatat banyak hal
Tentang banyak tempat yang perlu diingat
Tentang kisah yang perlu diceritakan
Tentang segala kenangan yang berbekas
Pada berbagai perjalanan
Hatiku diajarkan sabar pada pertemuan
Pertemuan antar rindu yang kita miliki


Dipotret di Sumatera Utara
Diolah oleh Abdul Hakim

Sepanjang Usia

by Abdul Hakim | November, 2019.

Gambar

Pada tepian jarak yang dilebatkan waktu
Aku kirimkan sepucuk surat
Lewat desir angin menuju namamu

Ada sepotong senja di dalamnya
Hendak menyapamu dari balik cakrawala
Menyapa usia yang kunjung jelita
Melengkapkan bahagia di tepat namamu

Sekalipun yang fana adalah waktu
Ada bait yang mengabadikanmu
Senja pun mengucapkan selamat

Atas panjang usia yang kau miliki
Lengkap doa yang menjelmakan bahagia
Di sepanjang usia kasih sayang milikmu

Selamat ulang untukmu
Jaga segala senyum yang jelita itu
Begitupun rasa dalam segala bahagiamu


Potret oleh Yetra Putri
Diolah oleh Abdul Hakim

Burung-Burung Senja

by Abdul Hakim | November, 2019.

Gambar

Tak dapat kau sembunyikan wajahmu
Dalam mekar bunga mawar yang kau bawa
Lalu sembunyi dalam sepasang mata
Atau masuk ruang hati yang kau miliki

Wajahmu terekam dalam banyak bait
Yang membuat candu para penyair
Berebutan memilih senyummu
Menjelma abadi sebagai puisi

Aku menjeda waktu begitu lama
Menyalin satu per satu senyum
Dan mengutip seluruh jelita wajah
Yang belum sempat kau sembunyikan

Jemariku tak kendali menuliskanmu
Bukan lagi sebagai puisi yang jelita
Atau lukisan manis semesta

Kau pun hadir sebagai doa
Yang dikirimkan burung-burung senja
Yang melekat sebagai alamat bahagia


Potret oleh Yetra Putri
Diolah oleh Abdul Hakim

Kesulitan Menulis Senja

by Abdul Hakim | July, 2018.

Gambar

Kali ini, aku sulit menulis senja. Tak ada satu pun tanda baca yang mampu menuntunku untuk menyiluetkan setiap nada senja. Sekalipun ada cakrawala yang membangkitkan senja. Sekaligus desir angin yang mengombakkan lautan, menepi pantai. Tak kudengar, sedikitpun nada senja. Ketika biasanya, ada rindu yang hendak menuju suatu nama. Sebagaimana hari kemarin, yang tiada berkira, aku menuliskannya.

Senja ini, sedang sunyi, bertapa di sebuah sukma, untuk memahami dan terus bertanya pada benak, "Benarkah, puisi ini tulus mengagumimu? Jangan sampai ada derita dalam berkasih.


Dipotret oleh Yetra Putri
Diolah oleh Abdul Hakim